Setiap saya memikirkan tentang beton, saya selalu berpikir, betapa rapuhnya dia.Saking rapuhnya saya tidak menyukainya. Tapi seperti yang dosen saya selalu bilang,”Tidak ada beton yang tak retak”, but it doesn’t mean that we don’t need to learn how to make the best out of it.

Logis bagi saya berpikir seperti ini: kenapa saya harus menggunakan material ini(beton), padahal material ini begitu rapuh, sehingga banyak  perbaikan yang harus dilakukan, banyak extras yang harus ditambahkan untuk membuat dia kuat. Kenapa kita tidak mencoba cari material yang lain saja? Yang lebih kuat dan lebih gagah dari beton? Yang lebih praktis dan tidak perlu dimanja-manja seperti beton? Seperti baja misalnya.

Tanpa saya ketahui, bahwa dibalik keperkasaan baja, dia ternyata mudah bengkok. Which means basically, nothing is perfect. In a way or the other, at one point you just have to learn how to use it and make the best out of it.

But since I am currently studying about concrete, let’s discuss about concrete rather than of steel or wood, or any other material. At least for this time beingJ

Apa sih sifat beton yang paling bikin frustasi? Beton itu brittle, rapuh. Tapi walaupun dia rapuh, dia itu sebenanya kuat tekan, although dia tidak kuat tarik. Itulah yang kita semua tau, beton bisa ditekan sampai maksimal, tapi untuk menahan tarik barang kecil saja, kekuatan dia sudah tidak bisa diperhitungkan. Saat ada tarik, beton itu useless, untuk minta bantuan terhadap tarik kita harus langsung lari ke tulangan. At least so I’ve heard, sehingga kalau ditanya tentang kelebihan beton, kita semua bisa menjawab bahwa, walaupun dengan segala kekurangannya, dia itu sebenarnya kuat tekan.

Tapi setelah saya dengar-dengar lagi, dan melihat foto-foto tentang penyebab kegagalan suatu struktur bangunan beton, ternyata sifat brittle-nya ini tidak hanya mempengaruhi kuat tarik beton.  Beton jika ditekan secara berlebihan, tetap saja bisa gagal. Karena sifat beton yang brittle itu membuat dia gagal terhadap tekan apabila dia tidak ditahan dengan baik oleh sengkang. But you see, any failure can be anticipated, any failure has a cause which can be predicted, and again with anticipation, in can be prevented.

So what do you think that means in terms of humans? Men are of course in a way just as brittle as concrete, or even more brittle, but this doesn’t mean that someone can’t try to give their best. No matter how high the pressure is, or how appealing something is, we can still protect ourselves from the failures caused by it.

Of corse it will not be as simple as putting some reinforcement into your concrete, but you can always have friends who can be counted on when you are weak, you also have a family who will keep you grounded and together, so you don’t fold on pressure or give in to your irresponsible desires.

Any failure that has happened to you can be predicted, if you could only see the signs in your daily life.Nothing happened to you just because it happens, everything is just a part of the never ending rule: action=reaction. If something bad has happened to you then you must ask yourself why and how can you prevent this from happening again. Because every failure is, as I have said before, preventable.

You alone may be week. But you are not alone, so you are not weak. Remember : “tak ada beton yang tak retak”.