Dalam satu tahun, ada 4 momen dimana saya biasa berkaca kembali. These are the moments dimana saya tiba-tiba merasa,”Wah, gak kerasa ya, tiba-tiba setahun udah lewat!”. Momen-momen itu terjadi pada setiap awal semester baru, pada hari ulang tahun saya dan hari lebaran.

tentunya dalam setiap momen tersebut, renungan yang terjadi berbeda, walaupun setiap tahun terulang yang sama. Pada setiap awal ajaran baru yang saya pikirin adalah hasil kerja saya secara akademis dan betapa kinerja akademis saya butuh perbaikan, sedangkan pada ulang tahun saya, yang terpikir adalah cita-cita saya, semua hal yang ingin saya capai, dan apakah saya berada di jalur yang benar atau tidak untuk menccapainya, sedangkan pada saat lebaran, tentunya refleksi saya ini leih berbau agamis.

Didera dengan pendahuluan satu bulan penuh berpuasa, tentunya Idul fitri ini bukan refleksi yang main-main. Akibat berpuasa selama satu bulan penuh, dimana di dalam hari-harinya dituntut untuk terawih, membaca Al-Quran, bersedaqoh, berzakat, dan semua hal berbau agama lainnya, tentunya muslim yang menjalankannya akan terus berhadapan dengan Islam dengan intensitas yang jauh lebih sering daripada pada bulan-bulan lainnya.

Idul Fitri itu menjadi istimewa, karena dia merupakan sum up dari semua pemikiran kira tentang Islam selama satu bulan, yang nantinya akan menjadi basis perbuatan kita selama sau tahun kedepannya-at least ini buat saya ya.

Pada dasarnya, Manusia itu sulit untuk meluangkan waktu untuk refleksi dan memikirkan tentang Allah. Ya, kita solat 5 kali sehari, tapi solat hanyalah merupakan alat untuk refleksi tindakan sehari-hari kita, dalam keseharian kita, tentunya tak sempatlah kita tinjau ulang tujuan hidup kita. The world is moving to fast to wait for us to rethink what we want. Saat kita berhenti untuk berpikir, kia akan tertinggal dari dunia.

Tapi toh Allah memberi kita alat untuk refleksi tahunan kita. Alat untuk sekali lagi memikirkan arti Allah untuk kita setelah satu tahun pertambahan pengalaman kita. Karena sepertinya, bertambah dengan kedewasaan kita, dan pengalaman kita along the way, pengertian kita terhadap sesuatu juga berubah. Kedewasaan bisa membawa kebijaksanaan ataupun ignorance, each membawa kita pada pengertian Allah yang baru. dengan pemahaman yang baru, tentunya apa yang kita tuju akan berubah, orang cara kita melihatnya juga berubah!

Oh indahnya idul fitri. dimana semuanya menjadi lebih terang kembali, when everything takes place again. Sekarang, setelah satu bulan refleksi, pada idul fitri ini pertanyannya, saya mau lanjut ke kiri, atau siap untuk agak bengkok ke kanan?