Seharian ini saya kepikiran terus untuk nulis tentang ina. Tapi berhubung saya bukan orang yang pintar menulis, maafkan kalau dalam tulisan saya ini ada hal-hal yang gak sesuai atau bahkan menyinggung.
Saya selalu bangga sama satu hal tentang saya, yaitu saya biasanya ingat kesan pertama yang ditinggalkan orang sama saya.Biasanya orang-orang yang saya ingat itu juga nantinya seiring berjalan waktu akan lama sih singgah dalam hidup saya. Hari pertama saya ngelihat ina adalah hari dimana semua orang yang lolos kelas akselerasi di SMA 3 berkumpul untuk pertama kalinya. Dan saya ingat benar kalau ina duduknya JAUUUUH dari saya dan kesan yang saya dapet dari ina: gelap.
Haha
Bukan masalah kulit ya na ini.. tapi dulu itu sih yang pertama saya tangkep dari ina, kesuraman dan kegelapan yang berasa selalu merundung dia. Haha. Seiring berjalannya waktu I get to know her more and more, dan saya menyadari banyak hal-hal menarik soal ina, dari mulai dia yang Cuma bisa makan ayam(dulu ya), sampai keadaan keluarganya dia yang agak berbeda dari kebanyakan orang. Tapi jujur, menurut saya semua kemenarikan ina ini gak menarik buat saya.
Yang membuat ina menarik di mata saya adalah bahwa ina adalah satu orang yang saya percaya dengan pasti punya kemampuan untuk mendengarkan dan peduli ama orang lain. Kita semua selalu berusaha ya untuk menjadi teman yang baik di saat susah dan senang, dan juga untuk mendengarkan keluh kesah teman saat dibutuhkan, tapi buat ina, kayanya ini gak mesti diusahain deh. Kertertarikan dia sama semua orang yang ada disekitar dia ini comes natural to her. Which is something I find fascinating. Karena menurut saya, semua orang pada dasarnya hanya peduli sama dirinya sendiri. But Ina tidak. Menurut saya dia termasuk seseorang dari sedikit orang yang sincierly peduli sama orang lain.
Banyak hal yang sebenernya saya suka dari ina, seperti kebanyakan orang, pada akhirnya saya juga agak ketergantungan sama ina. Mungkin karena dia peduli, dan mungkin juga karena dia selalu siap untuk mendengarkan. Tapi basically, saya rasa saya senang sama ina, karena dia bisa bikin orang ngerasa nyaman untuk ada deket-deket dia. Saya rasa semua temen-temen dia gak ada yang merasa terbebani untuk menjadi sesuatu yang lain kalo udah di deket ina. Karena dia bisa nerima orang apa adanya, dan buat ina, ini bukan Cuma basa-basi gombal biasa ya, dia benar-benar bisa nerima orang apa adanya. Gak menjudge dan tanpa prejudice.
Kayanya kalo ngomongin ina,gak pernah deh bisa ngomongin yang jelek-jelek. Haha
Tapi kalo ngomongin ina juga, gak bisa gak ngomongin kamarnya ina. I love her room. Is like one little world where time stands still. Dulu kamarnya ina warna hitam dengan aksen merah. Cool banget deh! Tapi seiring dengan kedewasaan dia nampaknya, akhirnya dia mengecat kamarnya jadi ungu sekarang, dengan poster Juno dan lukisan luar biasa adeknya di pojokan kamar sebagai aksen. Sedetil apapun saya mencoba untuk menceritakan kamar ina, bukan kamar insa secara fisik yang saya suka. Banyak kamar orang lain yang juga punya karakter dan menarik, tapi Cuma ada satu kamar ina. Saya pernah membahas ini sama Widya, karena waktu itu saya pernah sempet teramat sedih karena kamar saya gak seperti kamar ina. Mungkin secara fisik, kamar saya juga gak kalah berkarakternya sama kamar ina, tapi untuk saya, pesan yang disampaikan kamar saya dan kamar ina tuh bedaaaa banget. Bikin sedih.
Kayanya jarang deh ada orang masuk kamar ina dan gak hanyut ama suasana di dalemnya, bawaannya tuh pengen cerita, dan berbagi kisah. Seperti yang punyanya, kamar itu sama sekali gak pernah memaksa orang untuk berubah ketika masuk kedalamnya. Terkadang saya pikir, mungkin teman-teman SMA saya bisa sedekat sekarang justru karena dulu kita menghabiskan banyaaaak banget waktu di dalam kamar ina, saat-saat getting to know each other.haha. Gak semua kamar lho bisa se-welcome itu ama semua jenis orang. Kamar saya Pribadi kayanya Cuma nyaman buat saya sendiri deh*menunjukkan kalo saya orangnya sangat egois, berbeda dengan ina*.Saya aja yang sebenernya gak terlalu suka nginep-nginep di tempat orang lain,dulu seriiiiiing banget nginep di tempat ina. The place is nice, and the company is even nicer sih;P.
Walaupun ina itu orangnya sangat mandiri dan kuat ya, entah kenapa, tapi saya sebenernya punya kecendrungan untuk ingin melindungi dia dari buruknya dunia lho. Karena kan menurut saya si ina ini udah bagus ya, terkadang suka takut kalo dunia akan mengubah dia*ngerti kan?*. Tapi well, she had experienced a lot, I dont think anything can change her soul that easily.
Basically, walau terdengar basi dan agak gak jujur, tapi apa yang saya bilang di atas itu benar dan 100% saya percayai lho. Anyone who is lucky enough to have her in their life should be greatfull to the creator above, and anyone who doesnt, should pray to have someone resembling ina, even just a bit, in their life.haha.amin.
love you ina. Dan ini bukan sekedar formalitas.