entah kenapa emosi guw akhir2 ini agak kacau dan gak ke kontrol. Saat wisuda kemarin, saat kak Tian meng-conduct PSM di “LAgu Perpisahan”, guw nangis. cuma netes dikit sih, tapi itu karena guw tahan. karena sebenernya momen itu sedih banget buat guw. Banyak banget yang pengen guw bilang sama Kak Tian, despite the fact that maybe he and I were never really that close, sebagian guw pengen bilang rasa gratitude guw sama dy, karena guw percaya dulu dia satu alasan guw untuk menjalankan PSM. one thing that I have learned to love so dearly.

sebagian lagi guw ngerasa bahwa dengan kepergiannya dy, semakin dekat saat dimana guw harus dewasa. Perasaan bahwa layer-layer yang dulu melindungi lu itu makin lama makin terkikis oleh  waktu itu terlalu nyata akhir2 ini. Nobody can be relied on anymore, hanya ada kamu, dan dirimu sendiri. untuk semuanya.

berrtanggung jawab penuh terhadap diri sendiri.

Nothing is really what it seems, the more you grow up, the more people wear masks to hide who they are.

Andaikan pun guw berbicara tentang apa yang guw rasakan, apa benar itu yang guw rasakan? atau itu hanya apa yang guw tau mereka ingin dengar guw rasakan.

Seiring dengan waktu, makin sulit sebenernya membiarakan apa yang benar2 guw rasakan. yang ada guw berlindung di balik pembicaraan2 sederhana seperti siapa yang guw suka, siapa yang guw gak suka. Simple things, karena apa yang ada beneath it kayanya gak layak untuk orang dengar.

terus berpikir seperti ini guw pengen nangis lagi.

IF I wanted to talk. Is there anyone to talk to?