inilah dilema saya

inilah dilema saya

Saya kan beberapa minggu yang lalu mendapatkan kesempatan bertemu kembali dengan musuh lama saya: bolpen standard. Saya gak suka pake bolpen standard, karena warna birunya gelap banget, dan yang paling gak mengenakkan adalah standard tidak langsung kering sehingga saat menulis itu kalo tulisan saya tergesek tangan sendiri(yang sering terjadi, makannya tiap abis ngerjain PR tangan saya biru2)kertas saya jadi compang camping, gak rapih. Tapi toh  dengan betuk (dan warna) dari tubuh standard yang baru itu, saya tergoda untuk menggunakannya kembali, saya memang orang yang “judges a book by its cover”. dan ternyata si standard itu memang luar biasa empuk untuk digunakan. Saya sungguh tergoda untuk terus menggunakan standard.
Tapi hari ini, evidentlly saya kembali bekerja menggunakan pilot saya, yang mesti saya akui di sini sungguh luar biasa. OK dia gak empuk, dan ujungnya super keras buat nulis, tapiii itu warnanya bagus banget, biru muda jernih gitu, dan yang paling penting dy gak bikin kertas compang camping.
Jadi sekarang pertanyaanya, apakah lebih baik menulis dengan mudah tanpa rintangan, dengan hasil yang kurang memuaskan atau menulis tidak nyaman tapi mencapai hasil yang bikin senang?
atau ini cuma sindrom “the neighbours house is always greener”aja? sehingga saya ingin pakai pilot saat sudah beralih standard, dan ingin standard saat pilot?